Ads Top

Difteri Picu Kematian dalam 5 Hari! Ini Gejala, Penularan, dan Pencegahannya


Kementerian Kesehatan menyatakan telah 19 provinsi di Indonesia yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri. Karena itu, masyarakat diminta waspada.


Difteri Obat


Apa Itu Difteri?


Difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae yang terjadi pada tenggorokan dan selaput lendir hidung. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menghasilkan racun yang merusak jaringan, terutama pada tenggorokan dan hidung.


Difteri dapat menyebabkan kematian, bahkan jika tidak segera ditangani dapat membawa kematian hanya dalam 5 hari.


Tanda dan Gejala Difteri


Tanda dan gejala difteri terjadi pada mulut dan tenggorokan, yaitu:



  • Perasaan tidak nyaman.

  • Radang tenggorokan dan suara serak.

  • Selaput tebal berwarna abu-abu melapisi

  • Muncul pembengkakan kelenjar pada leher.

  • Terjadi gangguan pernapasan dan saat menelan.

  • Keluar cairan pada hidung.

  • Menggigil akibat demam.

  • Batuk keras.

  • Penglihatan kabur.

  • Bicara melantur.

  • Shock, kulit pucat dan dingin, berkeringat, serta jantung berdebar cepat.


Penularan Difteri



  • Bakteri difteri dapat menyebar melalui partikel di udara, barang pribadi, atau peralatan rumah tangga yang terkontaminasi.

  • Seseorang yang menghirup partikel udara dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi difteri, ia akan tertular difteri. Penularan cara inilah yang paling efektif.

  • Kontak dengan benda-benda pribadi yang pernah dipakai pengidap difteri, seperti tisu, gelas, atau handuk dapat menularkan difteri.

  • Bersentuhan dengan luka yang terinfeksi bakteri difteri juga dapat membuat seseorang terpapar bakteri tersebut.


Pencegahan Difteri


Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi difteri, hindari menggunakan barang-barang bekas dia pakai, dan jangan berada di lingkungan pengidap difteri. Selain itu, pencegahan yang paling efektif adalah dengan divaksin antidifteri.


Kapan Harus ke Dokter?


Difteri dapat dicegah dengan vaksin. Namun, bila Anda tidak tahu apakah Anda sudah divaksin antidifteri atau belum, dan Anda terkena kontak dengan seseorang yang mengidap difteri, memakai barang-barangnya, atau tinggal di lingkungan orang yang terinfeksi difteri, Anda harus segera berkonsultasi ke dokter.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.