Wanita Karir Vs Ibu Rumah Tangga, Mana yang Lebih Baik

Wanita Karir Vs Ibu Rumah Tangga, Mana yang Lebih Baik

sumber: dettol.co.in

Selain teori bumi datar versus bumi bulat, perdebatan abadi lainnya yang tidak pernah usai adalah Wanita Karir versus Ibu Rumah Tangga. Era emansipasi memang telah menghantarkan kaum wanita lebih maju daripada wanita pada 100 tahun yang lalu, namun perdebatan mengenai bagaimana fitrah perempuan seharusnya selalu menimbulkan diskusi panjang.


Saat ini memang kaum wanita sudah banyak yang memperoleh pendidikan tinggi, namun seringnya selalu terseret ke arah omongan bahwa wanita setelah menikah sebaiknya di rumah: mengurus suami dan anak. Boleh berkarir, tapi jangan lupakan fitrahnya sebagai wanita!


Di lain sisi, emansipasi dan tumbuhnya kalangan kelas ekonomi menengah juga membuat wanita dihadapkan pada tekanan sosial untuk berkarya, memiliki karir, dan menghasilkan uang. Emansipasi membuat pekerjaan ibu rumah tangga tampak tidak keren. Sementara itu tekanan bagi wanita karir yang sudah menikah untuk tetap bisa menjadi ibu dan istri yang baik juga sama besarnya.


Maka, emansipasi yang seharusnya meringankan beban wanita justru menuntut wanita untuk menjadi wanita super: seorang ibu yang hebat, istri yang baik, dan wanita karir yang sukses! Bayangkan!


www.sulaimanskitchen.wordpress.com

Feminisme, walaupun kerap disalahartikan, sesungguhnya memiliki tujuan yang mulia: memperjuangkan kesetaraan antara pria dan wanita. Saya sendiri berpendapat bahwa feminisme harusnya juga tetap melestarikan sifat alamiah wanita yang lekat dengan sifat-sifat feminin. Feminisme atau emansipasi harusnya memberikan hak bagi wanita untuk menentukan jalan hidupnya tanpa terkurung pada tekanan sosial yang patriakal (mengagungkan pria di atas wanita).


Karena itulah, pertanyaan wanita karir dan ibu rumah tangga mana yang lebih baik? Dua-duanya baik! Situasi pernikahan dan keluarga tidaklah sama antara masing-masing keluarga, maka kita tidak boleh menyamaratakan setiap wanita harus begini harus begitu. Menjadi ibu rumah tangga? Boleh. Menjadi wanita karir? Juga boleh!


Karena itulah sebaiknya peran suami sangat diperlukan untuk memberikan kesempatan bagi istrinya menggali setiap potensi yang dimilikinya. Jika memang sang istri memiliki karir di luar, maka suami bisa membantu peran ibu dalam keluarganya dengan turut mengerjakan pekerjaan-pekerjaan domestik tanpa perlu merasa malu. Jika memang sang istri memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, maka suami harus tetap menghargai peran istri sambil mendorong sang istri untuk mengeksplorasi potensi lain yang dimilikinya.


#tantanganNulis


#hariKartini


Semoga bermanfaat