Selalu Gelap Gulita, Kota Kecil Ini Menciptakan Matahari Sendiri Senilai 8 Miliar

Selalu Gelap Gulita, Kota Kecil Ini Menciptakan Matahari Sendiri
Senilai 8 Miliar

11920a569833644cb8d10ec0f00f27fb


Matahari merupakan salah satu sumber kehidupan manusia di Bumi. Di Bumi ini, tidak semua daerah atau wilayah bisa selalu terkena sinar matahari, seperti satu kota yang berada di Norwegia, yakni Kota Rjukan. Kota Rjukan, warganya yang berjumlah 3500 jiwa ini bisa melihat matahari tapi mereka tidak dapat merasakan sinarnya.


Kota ini tidak bisa ditembus oleh sinar matahari, disebabkan karena kota ini tepat berada di lembah kaki Gunung Gaustatoppen. dikelilingi oleh pegunungan dan lereng-lereng yang sangat curam. Hasilnya kota mereka selalu gelap meskipun sesungguhnya matahari sedang bersinar terik.


Fenomena ini berlangsung untuk waktu yang cukup lama, sampai akhirnya masyarakat di kota ini berhasil menciptakan mataharinya sendiri untuk menerangi kota. Sebuah cermin raksasa berukuran 17 meter persegi diciptakan pada tahun 2013 oleh seseorang bernama Martin Andersen, dan diletakan di atas lereng gunung setinggi 450 meter, dibuat menggunakan metode heliostat, dengan biaya sebesar 8 miliar rupiah.


7a94a810ee42346b0345e90517ed750d


Metode Heliostat adalah cara untuk memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penerangan, namun tidak bisa mengkonversi panas menjadi energi listrik. Cermin ini bisa menerangi kota seluas 600 meter persegi. Meski sudah mendapat pantulan cahaya matahari, tetap saja suasana kotanya sedikit gelap. Tapi setidaknya penduduk kota ini bisa merasakan cahaya matahari meskipun dari pantulan saja.


Kita di Indonesia, sudah seharusnya bersyukur karena bisa merasakan kehadiran sinar matahari setiap harinya. Kita jauh lebih beruntung dibanding mereka yang harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk merasakan sinar matahari.


Semoga bermanfaat