Menjadi Korban Rasisme, Inilah Curhatan Miss Belgia 2018

Menjadi Korban Rasisme, Inilah Curhatan Miss Belgia 2018

Angelina bersama dua pemenang lainnya

Meraih juara satu atau gelar kontes kecantikan menjadi satu kebanggan tersendiri bagi setiap wanita, terlebih menjadi juara satu pada kontes kecantikkan skala nasional, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk wanita yang memenangkan title wanita tercantik di negaranya.


Namun hal itu tidak dirasakan oleh Miss Belgium 2018 Angelina Flor Pua (22), baginya memenangkan kontes kecantikan di negaranya merupakan impiannya sejak dulu. Namun tak berapa lama usai euforia kemenangan itu ia banyak menerima komentar negatif di media sosial. Komentar-komentar tersebut bernada rasis terhadap dirinya.


Pasalnya banyak netizen di negaranya berkomentar rasis terhadap wanita pemenang Miss Belgium 2018. Banyak netizen tidak ingin mahkota Miss Belgium di menangkan oleh wanita keturunan Asia yakni dari Filipina. Wajahnyapun memang khas wajah wanita Asia pada umumnya.


Beberapa komentar negative di antaranya:


Saya harap ini bukanlah miss ladyboy (sebutan untuk transgender)


Saya menyebut ini adalah Miss Phillipine bukan Miss Belgia


Apa disebut rasis jika berpikir bahwa anak dengan orangtua Filipina tidak boleh menjadi Miss Belgia?


Membaca banyak komentar tersebut, Angelina pun mengungkapkan perasaannya.


Saya mendengar komentar negatif yang tentu saja itu melukai perasaan saya. Saat membaca hal itu, saya tahu itu tidak benar. Saya tidak pernah menerima tanggapan negatif selama ini, baik itu hal yang menyangkut soal asal orang tua saya. Itu sebabnya saya sangat terkejut tentang pemberitaan beberapa hari ini, kata Angelina dalam wawancara dengan BBC, Jumat (19/1/2018).


Saya selalu diterima oleh orang-orang di tempat kerja, sekolah dan di mana saja, lanjutnya.


Kendati demikian, ada juga beberapa netizen yang membela Angelina. Mereka mengatakan Angelina yang masih keturunan Asia menunjukkan keberagaman di Belgia.


Rasisme adalah hal yang paling sensitif, tidak hanya di Belgia tapi seluruh dunia. Kita menghadapi hal itu hari ini dan saya menjadi korban. Bagi kamu yang menjadi korban dari rasisme, kamu tahu bahwa dirimu adalah yang terbaik. Kamu jangan merasa rendah diri karena seharusnya kamu bangga menjadi diri kamu sendiri. Dari manapun kamu berasal. Kamu tetap adalah manusia dengan hati yang baik, ujar Angelina.


Angelina lahir di Antwerp, Belgia pada 17 April 1995. Ayahnya keturunan China sementara sang ibu keturunan Filipina. Angelina dan keluarganya merupakan warga Belgia yang sah secara hukum konstitusional negara tersebut.


Hal Rasis terhadap pemenang Beauty Queen skala regional tidak hanya dirasakan oleh Angelina saja, di tahun 2015 Ayana Miyamoto, Miss Universe Jepang sempat menjadi korban rasis dikarenakan, kulitnya dan fisiknya tidak menggambarkan wanita Jepang sesungguhnya.


Terlepas dari itu semua Ariana Miyamoto berhasil meraih 10 Besar Miss Universe dan menunjukkan bahwa perbedaan pada dirinya dan berita rasis tentang dirinya tidak menjadi penghalang untuk dirinya berprestasi mengharumkan nama Jepang di Ajang Miss Universe 2015.


Bukan hanya Ariana Miyamoto dan Angelina tahun 2010 Rima Fakih wanita keturunan lebanon dan beragama muslim memenangkan kompetisi Miss USA dan mewakili negara Paman Sam di Miss Universe 2010 dan mendapatkan banyak kecaman dari berbagai pihak di Amerika namun sayang nasibnya kurang beruntung, Rima Fakih tidak masuk dalam jajaran Finalis Miss Universe kala itu.


 


Semoga bermanfaat