Ads Top


Pertanyaan ini selalu ada di setiap pertemuan keluarga, acara reuni, bahkan di acara pernikahan teman. Pertanyaan yang ingin dihindari karena jawabannya sendiri tidak diketahui. Pertanyaan yang menghantui semua orang yang single, apalagi yang menginjak usia kepala 3.



Tradisi budaya timur memang mengikat seseorang untuk menikah di usia yang relatif muda. Saya sendiri lahir sebagai keturunan Tionghoa, dimana melewati usia 25 tahun dan belum menikah menjadi rawan untuk dikatakan perawan tua. Entah dibilang tidak laku, kurang bergaul, atau yang lebih parah lagi jodohnya lewat. Dalam hati saya berkata, kelewatan bus saja masih ada bus yang lain kok, kenapa bisa jodoh terlewat dan tidak mendapat yang lain?


Setelah saya pindah ke ibukota, ternyata banyak wanita yang belum menikah, bahkan di usia 35 tahun keatas. Bukannya tidak mau menikah, tapi mungkin mereka memilih untuk mempersiapkan semuanya daripada menikah dengan orang yang salah. Menikah dengan orang salah malah lebih buruk daripada hidup sendiri bukan?


Dunia semakin maju, usia tidak lagi mengikat jadwal menikah,, karena ada beberapa hal yang berubah:


1. Kemandirian secara financial


Dulu, wanita seakan diperbolehkan untuk tidak bekerja karena toh akhirnya akan ditanggung suami. Sekarang, wanita bekerja, bahkan mendapatkan posisi/ jabatan lebihtinggi daripada pria. Faktanya, ada peningkatan kepemilikan apartemen secara perorangan, yang mengindikasi leih dari 30% pria dan wanita memilih untuk hidup sendiri. Artinya, wanita bisa memilih untuk hidup mandiri secara financial.


2. Menikmati kesendirian


Sebenarnya, lagi single ataupun ada pasangan ada plus minus nya masing-masing. Tiap moment ada kenikmatannya sendiri. Selagi masih single, ya nikmati indahnya kebebasan tanpa harus melapor, travelling bersama teman-teman, dan banyak hal seru lainnya yang hanya bisa dilakukan ketika single.


3. Hidup terlalu singkat untuk dipusingkan dengan stereotype


Yang salah bukan belum menikah diusia 30 tahun, tapi terpaksa menikah karena tuntutan keluarga atau takut dibilang perawan tua. Apalah arti status pernikahan jika menikah dengan orang yang salah dan menciptakan neraka di bumi?


Saya bukanlah pengikut feminimisme, hanya memilih untuk menikmati setiap moment yang ada, tanpa ingin terikat dengan usia dan tradisi menikah muda. Saya bukannya tidak ingin menikah, hanya ingin menikah dengan orang yang tepat. Saya bukannya tidak menghormati tradisi keluarga, hanya memilih untuk membahagiakan diri sendiri sebelum memuaskan kebahagiaan orang lain.


 


 


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.