Ads Top

Kamu Korban Broken Home Ini Tips Move On!



Bukan hal yang baru bila berbicara tentang kegagalan dalam berumah tangga. Dewasa ini banyak pasangan muda yang terburu-buru memutuskan menikah, namun berujung dengan perceraian. Hasilnya pernikahan yang seumur jagung, dan meninggalkan anak dengan status broken home.


Kadang sang anak harus memilih akan tinggal dengan siapa, namun saat liburan sekolah dia diijinkan untuk bersama dengan salah satu orangtuanya yang tidak tinggal bersama dengannya. Perceraian orangtua menimbulkan trauma yang sangat berat terhadap anak. Mereka yang tadinya bersama-sama, tiba-tiba harus dibingungkan oleh keadaan yang berpisah rumah. Belum lagi bila harus menyaksikan pertengkaran demi pertengkaran kedua orangtuanya.


Tak ayal, anak korban broken home ini kebanyakan tumbuh dewasa dengan kacau, berantakan dan masa depan yang suram. Hilangnya keutuhan keluarga membuat semangat sekolahnya hilang begitu saja. Apalagi bila kedua orangtuanya masing-masing telah menikah lagi. Anak dari pernikahan sebelumnya akan merasa tersisihkan dan kurang perhatian. Inilah yang akhirnya memunculkan image anak broken home menjadi anak yang nakal dan muda terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri dan keluarga.


Lalu bagaimana tips move-on apabila kamu termasuk dalam kondisi broken home?


1. Dekatkan diri pada Tuhan
Dengan mendekatkan diri dan positif thinking bahwa semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, maka batin akan menjadi lebih tenang sehingga tidak gelisah dan kalut.
2. Dekatkan diri pada orangtua
Meskipun sudah tidak tinggal lagi serumah, namun perkembangan teknologi komunikasi saat ini dapat memudahkan hubungan siapapun menjadi lebih dekat. sering-seringlah bertanya tentang kabar atau meluangkan untuk makan bersama.
3. Bergabung dengan komunitas yang positif
Temukan passion mu dan bergabunglah dengan komunitasnya. Hal ini dapat menyibukkanmu sehingga tidak ada waktu untuk melamun dan berimajinasi yang tidak-tidak. Selain itu juga tidak memberi kesempatan untuk bergaul dengan lingkungan yang buruk seperti pemabuk dan pengguna narkoba.
4. Tetap raih cita-citamu dan buat semuanya bangga


Jangan patah semangat. Terus belajar dan menggapai cita-cita. Tunjukkan pada dunia bahwa kamu tetap bisa sukses seperti anak dengan keluarga normal lainnya. Dengan begitu, kedua orangtua, keluarga besar dan juga lingkungan sekitarmu akan sangat bangga dan kagum atas perjuangan hidupmu yang berlatar belakang broken home.


 


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.