Ads Top

Karena Cemburu (Bukan) Tanda Cinta

Karena Cemburu (Bukan) Tanda Cinta
Masih banyak di antara kita berpikir teguh bahwa cemburu itu tanda cinta dan bangga berkoar-koar ke pasangan, "Woi! gue itu begini ya karena gue sayang ama lu! Pokoknya besok lo gak boleh jalan sama si Udin lagi. TITIK!" Padahal ceweknya sama Udin cuma jalan bareng ke perpustakaan demi skripsweet tersayang dan pebahasan mereka kebetulan mirip.

Aduh, kan sayang banget kalau cemburu karena hal yang sebenarnya nggak perlu dicemburuin. Ada beberapa faktor kenapa sih kita bisa jadi cemburuan. Coba deh cek satu-satu kamu masuk ke deretan yang mana. Atau kamu nggak cemburuan? Selamat! Kamu aku kasih piring cantik bergambar spiderman. Limited Edition, loh!

1. Merasa Terancam

Merasa terancam atau insecure bisa dibilang menjadi pelopor utama cemburu. Banyak faktor kenapa seseorang bisa jadi sangat insecure. Salah satunya rasa rendah diri yang tinggi. Contoh kasusnya gini : Kimin pacaran sama Jaenab udah 4 bulan. Beruntungnya, Jaenab ini anaknya supel, temennya banyak, ramah sama siapa aja, humble parah pokoknya! Jaenab juga punya temen cowok buanyakkkk banget karena dia bekerja di stasiun televisi, Keadaan diperburuk karena temen-temennya di stasiun televisi ini gaul-gaul, ganteng, melek fashion, dan wangi. Kimin sendiri nggak populer, dia introvert dan temennya dikit ditambah anak rumahan tapi dia PINTER banget, di kantornya dia udah jadi System Specialist. Tapi, berhubung dia rendah diri dan merasa level-nya di bawah teman-temannya Jaenab, sering banget Jaenab dimarahin karena terlalu sering chat sama temen-temen cowoknya. Wah ini keadaan yang sangat nggak indah, Kawan! Padahal kan Jaenab cuma ngobrol masalah kantor dan makan siang bersama teman-teman satu divisinya.

2. Kurang Percaya Diri

Percayalah, kurang percaya diri akan membunuh langkahmu di berbagai bidang, baik itu pertemanan, percintaan, maupun pekerjaan. Tapi, kita fokus ke topik kita hari ini, ya! Ketika rasa kurang percaya diri menyerang, terbitlah minder yang siap membuatmu kembali rendah diri. Efeknya, kamu akan kembali merasa terancam saat pacarmu akrab dengan lawan jenis (back to point 1). Cara terbaik, cobalah kamu berbicara dengan diri kamu sendiri, koreksi diri, kenapa kamu kurang pede? Apa yang salah? Lalu, pikirkan juga apa yang menjadi kelebihanmu? Tulis dalam list kalau perlu. Lalu, cobalah meminimalisir kekuranganmu dan tonjolkan kelebihanmu. Memang, ngomong doang gampang. Segalanya butuh proses dan nikmatilah prosesnya.

3. Kurang Percaya Pacar

"Kemarin kamu pergi ke Mall sama siapa aja?" tanya Kimin penuh selidik.

"Sama kakakku aja kok!" jawab Jaenab

"Beneran? Awas kamu kalau bohong!" Kimin nggak percaya.

"Beneran lah! Masa aku pergi sama kambing?" Balas Jaenab mulai kesal.

Efek dari cemburu juga lahir rasa kurang percaya ke pacar sendiri. Rasa ini MAMPU menimbulkan keributan! Padahal Jaenab udah berkata jujur. Masih aja dikira bohong. Hal-hal yang sebetulnya nggak perlu dimasalahin malah berujung diem-dieman. Kan nggak lucu! Ditambah lagi jika Kimin kalap dan nuduh Jaenab pergi sama cowok lain. Padahal itu cuma ada dipikiran Kimin karena udah terlanjur cemburu dengan teman-teman lawan jenisnya Jaenab yang super duper banyak. Bisa dibilang, Kimin cemburu dengan imajinasinya sendiri. Itu kan nggak keren! Jadi, untuk meminimalkan rasa cemburu, cobalah percaya sama pacarmu kecuali kamu menemukan bukti jelas, misal kamu berhasil memergok pasanganmu lagi aneh-aneh dengan orang lain.

4. Trauma

Apa kamu pernah dicurangi oleh pacarmu dulu? Lalu merasa ketakutan berlebih saat kamu sudah memiliki pacar baru saat ini? Lalu kamu selalu merasa curiga dan takut pacarmu melakukan hal yang sama seperti mantanmu perbuat. Kamu jadi jadi penuh selidik ketika ia pergi bersama teman-temannya. Kamu merasa nggak nyaman ketika pacarmu dekat dengan teman lawan jenis padahal jelas sekali dia nggak macam-macam. Lalu, kamu juga mudah sekali merasa cemburu. Bisa jadi kamu trauma dengan masa lalu kelammu. Cara menyembuhkannya hanya ada di tangan kamu sendiri. Untuk mengurangi rasa cemburu akibat trauma, kamu harus percaya padanya dan selalu mencoba berpikir positif. Bisa juga kamu menyugestikan diri kamu sendiri. Kamu bisa berbicara pada diri kamu sendiri, "Aku baik-baik saja. Aku percaya sama dia. Dia pasti nggak akan melakukannya hal yang sama."

5. Rasa Takut Berlebihan

Dari seluruh faktor yang disebutin pasti akan bermuara menuju rasa takut. Takut kehilangan, takut dibohongi, takut dia selingkuh, dan ketakutan-ketakutan lainnya berkumpul jadi satu. Wah, efeknya bahaya banget, Kawan. Kamu pasti bakal gampang banget merasa cemburu. 

Jadi, masih yakin kalau cemburu itu tanda cinta?

Semoga Bermanfaat
Powered by Blogger.