Ads Top

Mood Istri Hamil Memang Membingungkan. Yuk, Kenali Siklus Perubahannya!

Mood Istri Hamil
Kehamilan adalah suatu keajaiban yang diberikan oleh Tuhan kepadan wanita. Hampir sebagian besar pasangan suami istri menunggu berbagai tanda dan mengecek dengan banyak cara sampai mengusahakan yang terbaik agar kehamilan bisa terjadi. Mengetahui istri hamil tentunya membahagiakan namun bukan hanya itu saja, ternyata saat proses kehamilan pun adalah hal yang menggambarkan kata mukjizat.

Setiap perubahan terkecil yang terjadi pada istri saat hamil menjadi momen yang tak bisa dilupakan apalagi jika itu adalah kehamilan anak yang pertama. Setiap wanita yang sedang menjalani ataupun telah melewati proses kehamilan adalah wanita yang luar biasa. Bayangkan saja sakit yang diterima, mual setiap waktu sampai berat badan naik diterima dengan tulus dan penuh rasa syukur.

Sebagai suami, kita tentunya ingin memberikan yang terbaik agar sang istri dan anak dalam kandungannya sehat selalu sampai persalinan tiba. Namun, apa daya sering kali kita kurang mengerti dengan apa yang menjadi keinginan sang istri sekalipun kita sudah mendengar keluhan yang ia rasakan. Memang tidak mudah menjadi seorang suami siaga apalagi kebanyakan suami kerja kantoran yang hanya bisa mengawasi langsung istri setelah seharian bekerja dan juga di hari libur saja.

Ditambah lagi mood saat istri hamil cenderung berubah-ubah yang terkadang bisa mengundang emosi dan sakit kepala. Artikel ini hadir karena banyaknya keresahan yang dialami oleh para suami saat menghadapi mood istri yang sedang hamil.

1. Mual muntah dan cepat lelah adalah teman dekat istrimu di 3 bulan awal kehamilan

Perasaan bahagia ketika mengetahui hamil ternyata harus dilalui cukup berat di 3 bulan awal masa-masa kehamilan. Hadirnya janin didalam rahim sang istri ternyata berpengaruh pada hormonnya. Efeknya, istri lebih sering merasakan mual bahkan sampai muntah-muntah. Bukan hanya itu saja, tubuh yang biasanya kuat menunggu suami pulang kerja ternyata sudah tumbang karena mudah lelah dari biasanya.

Di saat seperti ini hal terbaik yang bisa suami lakukan adalah diam dan sediakan apa yang menjadi kebutuhan sang istri. Tak perlu malu ataupun gengsi karena sebagai suami kita harus sadar bahwa apa yang dilewati istri jauh lebih berat dari yang kita rasakan.

2. Suka jajan, ngidam atau lapar terus kok beda tipis?

Dilema berkembang atau tidaknya janin sudah dilalui dan juga kondisi tubuh sang istri sudah terbiasa dengan kehadiran janin. Namun, nafsu makannya menjadi lebih dari biasanya, cemilan apapun yang dijajakan tukang asongan yang lewat depan rumah pun tidak luput dari keinginan nyemil sang istri.

Tentunya sebagai suami kita bersyukur akhirnya istri mulai bernafsu lagi untuk makan. Namun, untuk hal cemilan kita perlu membatasi cemilan yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Terkadang istri memaksa ingin dibelikan cemilan yang sebetulnya kurang baik untuk dimakan dan sering kali alasan ngidam menjadi senjata agar suami tetap membelikannya. Belilah, namun hanya untuk kali itu saja. Setelah itu beritahukan istrimu secara baik-baik bahwa makanan tersebut kurang baik untuk perkembangan janin. Istri senang dan janin bisa tumbuh dengan sehat, bukan?

3. Pregnancy glowing

Disadari atau tidak, hampir sebagian besar ibu hamil akan mengalami pregnancy glowing begitu juga dengan istrimu. Dimana wajah sang istri lebih merona dari biasanya. Memang betul tidak semua ibu hamil akan mengalami ini dan juga sering kali tak menyadarinya.

Ada baiknya sebagai suami yang baik memberikan pujian yang tulus dari hati dan tak perlu berlebihan untuk mengucapkan bahwa istrimu masih tetap cantik dan tidak ada yang berbeda dari dirinya. Bahkan dengan keadaan hamil justru makin membuatnya semakin cantik dan merona setiap harinya. Buat istrimu merasa bahwa dirinya beruntung memilikimu.

4. Ingat, haram ucapkan kata gendut pada istri!

Semakin hari perkembangan perut dan tubuh ibu hamil tentunya terlihat jelas terutama di bagian perut yang semaik membesar. Banyak juga kasus yang terjadi di mana bagian tubuh lain sang istri ikut membesar juga seperti tangan, kaki sampai bentuk wajah yang melebar.

Tentunya sang istri menjalani perubahan tersebut dengan senang dan tak perduli jika bentuk tubuhnya berubah seluruhnya bahkan mengubahnya menjadi tak langsing lagi. Hal yang dilakukan istrimu luar biasa, bukan? Sedangkan kebaikan kecil yang dilakukan suami seperti tidak mengucapkan gendut dan mengelus perut sang istri sudah bisa membuat hati sang istri bahagia. Temanilah istrimu dengan setia dan sabar karena ia bersedia mengandung anakmu apapun resikonya.

5. Trimester ketiga, istrimu tambah cerewet karena perlengkapan bayi

Di bulan-bulan akhir kehamilan, istrimu sudah sulit untuk melakukan berbagai aktivitas. Walaupun begitu dia cukup bersemangat menantikan kehadiran buah hati. Buktinya bisa dirasakan sendiri saat dia tambah cerewet mengingatkan kita untuk segera membeli berbagai peralatan bayi. Baju bayi, kasur bayi sampai ayunan otomatis untuk bayi mengisi hampir semua gallery gambar di smartphone sang istri.

Memang hal itu adalah bagian dari niat baik istrimu untuk membuat list apa saja barang yang nantinya akan dibeli. Namun, ada baiknya sebagai suami ikut membuat list itu karena untuk memastikan bahwa peralatan yang nantinya akan dibeli adalah barang-barang penting yang dibutuhkan nantinya oleh anakmu. Ingat, hal yang terpenting adalah kesehatan dan kebutuhan istri juga anakmu adalah prioritas utama yang perlu dipenuhi.

Bukti ketangguhan seorang wanita adalah dia mampu menyembunyikan rasa sakit yang begitu keras hanya dengan sebuah senyuman dan ucapan aku baik-baik saja. Jika istrimu begitu kuat menghadapi beratnya sebuah proses kehamilan, bukankah Ibumu layak untuk mendapatkan apresiasi tertinggi?

Semoga Bermanfaat
Powered by Blogger.