Ads Top

Mengapa Menikah Tanpa Restu Orang Tua Membuat Rezeki Mandek

Mengapa Menikah Tanpa
Berbakti pada orangtua bisa menguak langit dan memanggil rezeki

Mengapa?

Karena doa-doa orang tua makbul. Doa orang tua itu menguak langit, menembus cakrawala dan memberikan efek segera pada anak-anaknya. Termasuk doa kelimpahan rezeki untuk anak-anaknya. Doa orangtua akan membuat rezeki kita tercurah.

Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, demikian pula kebencian Allah terletak pada kebencian orang tua pada sikap anaknya

Berbakti pada orang tua adalah salah satu amalan utama yang disukai Allah. "Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah, Nabi SAW menjawab, pertama shalat di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah." (H.R.Bukhari-Muslim).

Kata-kata orang tua itu mujarab, bisa menjadi rahmat atau kutukan tergantung sikap kita. Jika kita berbakti padanya, orangtua akan mengangkat tangannya mendoakan keselamatan dan keberkahan rezeki kita. Sebaliknya jika kita durhaka dan menyakiti hati mereka, bisa saja kepedihan dan tangis orangtua membuat Allah murka dan membuat hidup kita seng

Berbakti pada orang tua adalah investasi terbaik yang dimiliki oleh seorang anak. Jika kita menginvestasikan uang pada suatu jenis usaha hasilnya ada dua, bisa untung dan bisa rugi. Tetapi jika kita menginvestasikan uang untuk membahagiakan orang tua (menafkahi, memenuhi kebutuhan dan menyenangkan hatinya), menginvestasikan waktu untuk menemani dan merawatnya, menginvestasikan umur untuk berbuat baik padanya sampai ajal memanggil kita atau orang tua kita maka hasilnya pastilah UNTUNG. Berbakti pada orang tua adalah investasi yang selalu untung, memberikan hasil berlipat karena sumbernya dari Zat yang Maha Kaya, Allah SWT.

Alasan Orang Tua Menolak Memberi Restu

Restu orang tua sifatnya personal yang terkait hubungannya dengan anak-anaknya. Orang tua memiliki hak terhadap anak-anaknya dan masih tanggung jawab mereka sebelum anak-anaknya menikah. Orang tua pasti memiliki alasan mengapa mereka menolak memberikan restu anaknya menikahi atau dinikahi seseorang. Diantara alasan tersebut bisa saja :

Karena berbeda agama. Wanita muslimah tidak diperbolehkan dinikahi oleh pria yang bukan muslim. Demikian pula pria muslim dilarang untuk menikahi wanita musyrik. Karena suamilah yang nanti akan mendidik istrinya dan membawa keluarganya menuju syurga. "Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik dengan wanita mukmin sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dibanding orang musyrik, meskipun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izinNya dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran" (Q.S. Al Baqarah : 221). Orang tua sangat paham dengan ayat ini, mereka takut dengan azab Allah dan pertanggung jawaban di hari pembalasan nanti.

Karena ahlaknya kurang baik. Orang tua memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dari anak-anaknya. Mereka bisa menilai mana orang yang berahlak baik dan mana yang berahlak buruk. Mereka takut anaknya akan menderita jika menikahi / dinikahi orang yang perangainya buruk.

Karena ibadahnya tidak bagus. Orang tua bisa menilai apa seseorang itu ibadahnya baik atau tidak. Logikanya jika ibadahnya tidak bagus bagaimana bisa dia bisa membimbing keluarganya nanti? Orang tua takut anaknya menjadi jauh dari Allah setelah menikah.

Karena tidak takut pada Allah, Orang tua bisa menilai seorang pria / wanita yang akan menjadi pasangan anak-anaknya. Mereka berfikir jika seseorang tidak takut pada Allah bagaimana dia bisa memperlakukan isterinya / suaminya dengan baik?

Karena dianggap tidak bisa mensupport keluarga dengan baik. Orang tua tidak berani mengambil resiko menikahkan anak perempuannya dengan seorang pria pengangguran yang malas, meskipun gantengnya selangit ataupun orang tuanya kaya raya. Karena suamilah yang akan mensupport rumah tangganya kelak.

Menilai ada yang tidak beres dengan calon menantunya. Orang tua punya indera keenam atau insting yang kuat terkait dengan bahaya yang akan menimpa anak-anaknya. Mereka tidak akan mengambil resiko menikahkan anaknya dengan seorang pecandu / pengedar narkoba, peminum khamar (minuman keras), pezina, koruptor atau orang yang mata pencahariannya dari sumber yang haram. Mereka juga tidak akan mengambil resiko menikahkan anaknya dengan seorang yang dinilai tidak jujur dengan latar belakangnya (misalnya merahasiakan kalau sebelumnya sudah menikah, berbohong dengan jenis kelaminya ada wanita yang menikahi wanita dengan membohongi calon istrinya kalau ia lelaki tulen bukan?)

Berbeda status sosial. Misalnya kaya dan miskin, keturunan bangsawan atau tidak, anak pejabat dan orang biasa, cantik dan jelek atau sebaliknya, postur yang tidak serasi, cacat fisik dan cacat mental pada salah satunya, berbeda tingkat pendidikan. Karena orang tua paham pasti akan sulit saling beradaptasi orang yang berbeda status sosial dan itu akan menimbulkan gesekan dalam rumah tangga.

Menikah tanpa restu orang tua membuat rezeki mandek

Lalu mengapa menikah tanpa restu orang tua membuat rezeki mandek?

Restu orangtua (terutama ibu) adalah pendorong datangnya berkah Allah. Jika orang tua dari awal tidak memberikan restunya bagaimana mungkin perkawinan kita diberkahi Allah?

Restu orang tua mengiringi doa-doa yang dipanjatkannya. Jika orang tua tidak merestui bagaimana mereka mau mendoakan kebahagiaan rumah tangga kita?

Pernikahan tanpa restu akan menyakiti hati orang tua, mereka merasa tersakiti oleh tindakan anaknya Tahukah anda bahwa doa orang teraniaya itu makbul, apalagi jika doa itu dipanjatkan oleh orang tua?

Pernikahan tanpa restu beresiko. Beresiko membuat orang tua mengeluarkan sumpah untuk tidak mengakui anaknya lagi, beresiko memutuskan silaturahmi antara anak dan orang tua. Silaturahmi adalah salah satu tali yang menarik rezeki pada seseorang. Apa jadinya jika seseorang disumpahi orang tuanya dan memutus tali silaturahmi yang diperintahkan Allah untuk disambungnya.

Pernikahan tanpa restu bisa membuat orang tua maupun anak sakit secara fisik / psikis. Bagaimana bisa mendapatkan rumah tangga yang bahagia jika dengan rumah tangga tersebut menyebabkan orang tua atau anak sakit, sakit psikis yang berpengaruh pada fisiknya?

Pernikahan tanpa izin wali itu bathil. Sebuah pernikahan hanya sah bila melalui akad nikah. Akad nikah itu hanya dilakukan oleh ayah kandung dari calon mempelai perempuan dengan laki-laki calon menantunya. Tidak pernah akad nikah dilakukan oleh sepasang calon pengantin atau orang lain. Kata Rasulullah SAW " Tidak ada akad nikah kecuali yang dilakukan oleh wali mursyid dan disaksikan oleh dua orang saksi yang adil. Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya itu bathil, nikahnya itu bathil, nikahnya itu bathil" (disebut sampai 3 kali). Mengapa bathil? Karena akad nikah itu hanya dilakukan oleh dua orang laki-laki, yaitu antara ayah kandung perempuan dan calon suami. Siapapun tidak berhak melakukan akad nikah yang bukan berada dalam wewenangnya. Wali hakim hanya bisa menggantikan kedudukan ayah kandung dalam akad nikah jika ia (ayah kandung) menyerahkan perwaliannya kepada wali hakim yang memenuhi syarat untuk menjadi wali. Jadi pernikahan tanpa izin wali (ayah kandung) atau pengalihan perwalian yang sah dari ayah kandung kepada wali hakim maka pernikahan itu tidak sah dan bisa dianggap zina (sumber). Bagaimana suatu hubungan yang dianggap zina bisa menarik rezeki?

Itulah beberapa alasan mengapa menikah tanpa restu orang tua itu membuat rezeki jadi mandek. Jagalah diri dan keluarga kita dari perbuatan yang bisa menjerumuskan kita kepada dosa. Bagi saudaraku yang telah menemukan pendamping hidup yang sejati, sebelum melangkah menuju ikatan suci, mintalah doa restu dan perkenan orang tua. Jika mereka tidak memberi restu pikirkanlah dengan baik mengapa orang tua berbuat demikian. Pasti mereka punya alasan yang kuat. Tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak-anaknya ke jurang kesengsaraan bukan?

Jadi sebelum memutuskan untuk kawin lari, nekat kawin tanpa restu orang tua, nekat menentang orangtua dan menganggap orang tua egois, pikirkan baik-baik paragraf di atas. Semoga kita semua dijadikan anak yang berbakti pada orangtua dan anak-anak kita menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya. Amin.

Semoga Bermanfaat
Powered by Blogger.