Ads Top

Etika Dalam Cinta

Etika Dalam Cinta
Dari semua rasa sakit aku belajar kapan harus berhenti dan kapan pula harus lanjut. Setidaknya aku tahu kapan kau sedang kasmaran, kapan juga kau sedang bosan. Saat kau jatuh cinta, aku berpikir berapa lama waktu yang akan kau butuhkan untuk bertahan. Aku senang kau jatuh cinta denganku. Aku juga khawatir di saat aku sedang cinta-cintanya malah cintamu yang tinggal sisa. Dari pengalaman yang ada aku juga belajar jika semua itu terjadi, tindakan apa yang harus aku lakukan.

PATAH SATU TUMBUH SERIBU

Selalu gunakan pribahasa ini. Jangan galau, bergaulah dengan teman. Jika tidak mulailah cari kesibukan dan kesenangan sendiri. Cinta boleh saja, tapi jangan sampai jatuh. Melainkan cinta haruslah membangun. Membangun kearah dan tujuan yang lebih baik lagi. Tapi jika sudah terlanjur jatuh bagaimana?

Aku pernah membaca sebuah survey, mungkin kau juga pernah baca bahwa seorang pria hanya butuh waktu 5 detik untuk jatuh cinta. Sangat menakutkan, terlintas apakah itu alasannya perselingkuhan kerap terjadi? Maybe yes, maybe no. Orangtuaku pernah berkata "kalau cinta jangan cinta sekali, jangan mau diperdaya laki-laki". Lucu memang, seperti ada pengalaman tersendiri, tapi ada benarnya juga.

Sebagian wanita mengganggap, bahwa itu cinta buta. Bukan, pada dasarnya bukan cinta yang buta tapi pikiranmu yang kau biarkan buta. Coba tanyakan hatimu, sudah berapa kali kau jatuh cinta? Apa hanya sekali? Tentu tidak, maka dari itu jika dirasa sudah tidak ada cinta pada dirinya, jangan kau merengek-rengek agar dia mencintaimu seperti dulu. Wanita dan pria punya cara yang berbeda saat jatuh cinta. Kau pernah menemukan perbedaan persentasi antara wanita dan pria? 100 sampai 0 ini untuk pria dan 0 sampai 100 ini untuk wanita.

Terkadang pria hanya berjuang dan menggebu-gebu di awalnya saja. Sedangkan si wanita untuk di awal hanya sebagai penonton untuk melihat perjuangan si pria tersebut dengan mimik wajah cuek malu-malu tidak karuan. Sampai pada hatinya tersentuk seperti tertusuk panah asmara. Si pria pun mulai melakukan aksinya, sampai pada akhirnya si wanita mulai kasmaran. Nah, selanjutnya bagaimana? Apa si pria tadi terus menerus melakukan itu? Terus membuatmu selalu kasmaran? Jika iya, berarti dia belum bosan dan kau masih membuatnya penarasan.

Bagaimana jika tidak? Coba tanyakan padanya, apa hatinya masih menggebu-gebu ketika berada di dekatmu? Apa dia masih membuatmu kasmaran? Apa hatimu pernah merasa bahwa dia sudah bosan? Ingat satu fakta.

Wanita punya insting yang kuat.

Tidak usah risau, mulai ambil tindakan, tanya hatimu. Sampai kapan waktu kau sia-siakan hanya untuk pria yang sudah tidak mencintaimu. Tapi pastikan dulu bahwa pria tersebut memang sudah tidak mencintaimu, karena kodratnya:

Wanita memang harus dikejar dan diperjuangkan. Jika lari dari kodrat, maka itu harus dipertanyakan.

Semoga Bermanfaat
Powered by Blogger.